Sejarah Desa

Sejarah lokal sangat penting untuk dilestariikan, selain untuk menjadi sebuah cerita di masa depan, sejarah juga bisa menjadi bukti tentang jatidiri atau asal usul terbentuknya suatu daerah. Sejarah tentang suatu daerah memuat asal mula hingga perkembangan daerah tersebut. Setiap wilayah atau daerah di Indonesia memiliki karakter tersendiri. Hal tersebut terjadi karena masing-masing wilayah di Indonesia terbentuk dari sejarah yang panjang dan berbeda-beda. Demikian pula mengenai kebudayaan dan cerita rakyat.
Desa Sukoagung adalah desa yang terletak di Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Desa Sukoagung memiliki dua Dusun yaitu Dusun Legok dan Dusun Karampung. Desa Sukoagung memiliki sejarah panjang dalam proses terbentuknya Desa. Berikut ini adalah sejarah terbentuknya Desa Sukoagung.
Pada Zaman Belanda tidak ada Desa Sukoagung, akan tetapi Desa Legok dan Desa Karampung. Hal tersebut dibuktikkan dengan adanya benkok Kepala Desa Legok dan bengkok Kepala Desa Karampung. Bengkok Carik (sekertaris desa) di Legok tidak ada akan tetapi di Karampung ada. Bengkok Kadus dan Bayan juga ada di Legok dan Karampung. Jadi pada Zaman Belanda Legok dan Karampung adalah dua Desa yang berbeda. Selain itu sesepuh desa juga berbeda, sesepuh desa Legok adalah Mbah Sigogati, sedangkan desa Karampung adalah Mbah Jangkrik. Pada zaman dulu, desa Karampung adalah daerah jajahan desa Legok sehingga Mbah Jangkrik menjadi tunduk kepada Mbah Sigogati.

Dahulu kala rawa mberek adalah lokasi desa Legok, namum karena lokasinya cekung/ledok lokasi tersebut sering terkena banjir dan ahirnya desa Legok di pindah ke lokasi yang lebih tinggi oleh Mbah Sigogati.
Mbah Sigogati memiliki kebiasaan disaat hajatan selalu mementaskan wayang kulit semalam suntuk. Namun setelah pementasan wayang selesai, Dalang tidak dibayar dengan uang melainkan dengar kunir yang ditaru di dalam tenong. Mbah Sigogati memberikan pantangan yaitu tenong jangan dibuka sebelum sampai di rumah, namun dalam perjalanan pulang Dalang merasa penasaran dengan isi tenong dan kemudian membuka tenong ketika baru sampai di daerah Mberan. Saat membuka tenong Dalang merasa terkejut karena isi di dalam tenong adalah kunir, karena kecewa isi tenong sebagian dibuang di daerah Mberan dan sebagian dibawa pulang. Ketika sampai di rumah, Dalang kembali membuka tenong dan terkejutlah Dalang ketika mengetahui bahwa isi di dalam tenong yang awlanya adalah kunir telah berubah menjadi emas murni yang sangat indah. “Oleh karena itu sampai saat ini di daerah Mberan masih sering ditemukan emas murni seukuran kunir. Warnanya indah dan sangat terang dan yang selalu menemukan emas adalah warga Legok. Warga dari daerah lain belum ada yang pernah menemukan emas di daerah Mberan. Peristiwa tersebut masih sering terjadi hingga saat ini.”
Mbah Sigogati memiliki anak perempuan dengan nama Dewi Srondol, parasnya cantik dan menawan. Dewi Srondol selalu memakai pakaian berwarna hijau dan suka jajan (belanja). Maka dari itu setiap ada penjual keliling pasti jualannya selalu laris dan selain itu ketika berada di Legok tidak boleh memakai pakaian berwana hijau, hal tersebut sudah menjadi pantangan dan kepercayaan di daerah ini hingga saat ini.
Sumber : http://sukoagung.blogspot.com/2015/02/normal-0-false-false-false-in-x-none-x.html